December 2011
81 posts
- Saya: Mata kamu berkantung sekali.
- Vina: Oh ini, karena sering 'kelilipan'. :D
- Saya: Aku boleh tanya?
- Vina: Apa?
- Saya: Stock air mata kamu itu ada berapa liter ya? Kalau menurut Dedy Mizwar, kalau syari'at memperbolehkan, aku mau berwudhu dengan air mata kamu. :')
- Vina: Ini mataku terpaksa memproduksi air mata yang banyak sepertinya. :'D
- Saya: Kamu tahu air mata terbuat dari apa?
- Vina: Ga tau. :|
- Saya: 1% water and 99% feelings. Ga heran kamu banyak persediaan air mata, perasaanmu begitu halus.
- Vina: :') apa iya halus? Bukan cengeng kan? :')
- romantisnyaaaa : 'D
Pukat - Tere Liye
(via kurniawangunadi)
Aku masih ingat kedatanganmu kemarin sore, akhirnya kau pulang sayang
Canda tawa hangat seperti biasa, kita duduk di rumah ice cream beralaskan senja
Kau tanya tentang rencana kita, ku bilang “ah, lupakan saja”
Lalu kau tertunduk, aku membelai mu lembut
Merindukanmu setelah berhari-hari kita tak bertemu
Kau bilang “Minggu depan aku ke Jakarta, 5 hari dan aku janji aku tak akan lama.”
Lagi ?
Sudah ku bilang aku benci bertarung dengan waktu saat merindumu!
Aku tersenyum saja, sayang
Seberat apapun kau tetap pergi bukan?
Ah, aku memang harus menata hidupku tanpa tali yang mengikatmu setiap hari.
Aku masih ingat kepergianmu beberapa hari yang lalu
Bukan selamanya, memang..
Hanya tak biasanya ada jarak membentang diantara jaring-jaring rindu
Kau bilang, “Aku pergi, lusa aku kembali.”
Masih tampak jejakmu di depan beranda rumahku
Kau hanya ucapkan kata-kata, tanpa ciuman atau pelukan hangat seperti biasa
Sekarang sudah lewat dari lusa yang kau janjikan, sayang..
Kau bilang, “Besok subuh aku pulang, tidak sampai 12 jam lagi.”
Masalah terbesarku sejak kepergianmu adalah bertarung dengan waktu, dari malam kau pergi hingga detik di lusa yang kau janjikan
Aku benci merindu dalam etalase waktu dan jarak, kekasihku..
Cepat pulang!