October 2010
10 posts
Lorong
dalam hidupku aku akan menangisi bagian ini ketika datang cinta yang baik dan masih aku merasa berjalan-jalan di lorong yang gelap sendirian menatap segala ihwal yang muncul di pikiranku seperti pintu-pintu yang tak akan menyelamatkanku dari apa pun tuhanku, musuh yang paling setia apakah kau akan menghukumku karena cinta ini atau masa laluku.
-Dina Oktaviani
aku tak mampu melukis wajahmu pada kanvas tanah yang memerah akibat genang darah pula tak sanggup mengukir namamu di atas bentang air keruh sebab putih yang terbunuh jemari tanganku melemah tanpa letupan empat lima karena lelah sudah kugunakan mengusap dada, menyumbat suara, mengunci telinga dan menutup mata
Tuhan tau, tapi MENUNGGU.
Saat saya merasa anda benar nyata ada dalam hidup saya, lalu dalam jangka waktu...
– for Mr.Husky
Tersendat*
Entah, aku kini tersendat.
Di pangkuan malam, ditepian pilunya hujan.
Berharap.. Berdoa..
Dari suara lirih seorang hamba..
Ku maknai cinta layaknya surga..
Namun dibalas pedihnya neraka..
Terpuruk, Terkapar..
Letihku hingga senja memudar..
Lelah, mencari lagi..
Tersendat, di kegalauan hati..